Pengalaman Meruang di Pameran

November 14, 2008 at 10:24 am (Uncategorized)

Pengalaman Meruang

di Pameran Gelar Karya Mahasiswa

Pada tanggal 27 sampai dengan tanggal 29 Oktober kemarin mahasiswa arsitektur UKDW mengadakan Pameran Gelar Karya Mahasiswa di Atrium yang diberi tema “ Kampung Tempo Dulu “. Kebetulan anak arsitek angkatan 2008 menjadi panitia pelaksana. Dan kebetulan lagi saya ikut menjadi panitia bagian dekorasi. Selain saya tentunya juga ada teman lain yang membantu. Masa saya sendiri. Bagian dekorasi ini sangat menentukan bagaimana pengalaman meruang yang nantinya dapat dirasakan oleh orang – orang yan masuk dalam pameran ini termasuk saya juga. Pengalaman meruang dapat kita rasakan apabila kita masuk ke dalam ruangan tersebut. Orang – orang yang masuk dan melihat ke dalam pameran tersebut dapat merasakan tempat yang berbeda tidak lagi ruangan Atrium tetapi dapat merasakan pengalaman meruang yang baru. Di bawah ini adalah gambar pintu masuk ke dalam ruang pameran di Atrium. Tampak dari depan kita dapat merasakan ruang yang berbeda sebelum kita masuk ke dalamnya. Gambar pintu ini adalah pintu tempat orang – orang yang masuk atau keluar dari ruang pameran.


100_2581


Bagian dekorasi di sini membuat tiga buah gubuk. Cukup berat juga sih buat tiga gubuk. Untung gubuknya jadi tepat waktu. Gambar di bawah ini adalah gubuk utama di dalam pameran ini.Gubuk ini memang ditempatkan di bagian pojok dan menghadap lurus ke bagian pintu masuk. Di sini teman – teman dapat merasakan teduhnya gubuk buatan anak – anak dekorasi. Dapat kita lihat temen – temen sedang bersantai menunggu orang – orang yang mau masuk melihat – lihat atau sekedar merasakan pengalaman ruang di dalam pameran. Gubuk ini digunakan sebagai gubuk utama dan yang paling besar. Jika saya berada di dalam gubuk ini saya merasakan ruang yang tidak begitu luas tetapi memberi kesan sejuk pada ruangan gubuk ini. Pada bagian depan gubuk ini dapat saya lihat pintu masuk dan di sebelah pintu masuk terdapat sebuah gubuk lagi yang agak kecil dibanding gubuk utama.


100_2645

Dan inilah gambar gubuk yang agak kecil yang berada tepat di tengah – tengah Atrium dan juga di depan gubuk utama. Di depan gubuk yang tidak begitu besar ini ada sebuah sepeda yang memberi kesan pedesaan. Jika saya masuk ke dalam gubuk ini saya harus merunduk karena gubuk ini tidak begitu tinggi. Dan setelah saya masuk saya merasakan pengalaman ruang yang berbeda tidak sama dengan gubuk utama. Jika saya memandang lurus ke depan saya melihat sebuah sepeda. Jika saya memandang ke kiri saya melihat gubuk utama. Dan jika saya memandang ke kanan saya melihat kandang ayam. Dan di belakang gubuk ini terdapat gubuk yang ketiga.


100_2651

Gambar di bawah ini adalah gambar gubuk kedua dan yang ketiga. Gubuk ketiga merasakan pengalaman ruang yang berbeda lagi. Ketika saya berjalan saya merasakan jalan yang tidak begitu luas tetapi saya tidak merasakan ruangan ini sempit. Gubuk ketiga ini lebih kecil daripada gubuk yang kedua. Gubuk terakhir ini terletak di sebelah pojok kanan Atrium. Bagian pojok satunya lagi terdapat kuburan. Ini yang banyak dikomentari sebagian besar pengunjung pameran. Ada yang bilang serem lah… ada yang bilang keren lah… dan ada juga yang bilang mistis… Pokoknya keren lah … Salut buat teman – teman dekorasi. Tapi akan lebih baik lagi kalau lantainya bukan kon-blok tapi dilapisin tanah atau daun – daun kering.


100_2648

ANDRIAS ARI SUBARNO

21081302

Teng Kyu Bu Imel…..

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

TIPE – TIPE RUANG DI UKDW

Oktober 22, 2008 at 4:14 pm (Uncategorized)

RUANG TIPE 1

( TIPE LINIER )

Gambar yang pertama ini adalah gambar sebuah ruang di gedung UKDW yang menurut saya adalah ruang tipe 1 atau tipe linier. Tipe ruang ini mempunyai punggung dan mempunyai muka. Punggung ruang tipe linier ini adalah tembok. Ruang ini juga bisa diperpanjang ke samping – samping, tanpa mengubah karakter ruangan tersebut. Ruangan ini dapat mengalir dan diteruskan hingga panjang yang tidak berujung. Selain itu, tipe ruang ini juga dapat berubah ketika diperluas ke mukanya, sehingga ketebalannya akan bertambah. Dan tipe 1 adalah tipe pertama dasar dari pengembangan dari tipe – tipe selanjutnya.

RUANG TIPE 2

( TIPE RADIAL )

Pada gambar yang kedua ini, adalah ruang tipe 2. Pada ruangan ini biasanya berpunggung – punggungan. Ini menghasilkan ruang radial yang memancar keluar dan membiarkan pusat sebagai tempat yang tidak aksesibel. Orang – orang tidak akan dapat memakai/ menggunakan/ melewati pusat ruang radial ini. Tetapi ruang radial ini membiarkan tepi – tepinya untuk diakses oleh orang – orang yang memakai/ menggunakan/ melewatinya.

RUANG TIPE 3

( TIPE SENTRAL )

Gambar di atas ini adalah gambar dari Atrium yang termasuk ruang tipe 3, yang terdapat di UKDW. Pada ruang tipe 3 ini adalah kebalikan dari ruang tipe 2. Pada punggung ruang tipe 3 ada dikulit luar, sedangkan orang – orang yang menggunakan/ melewatinya ada ditengah. Karena kebalikan dari tipe radial, maka ini disebut sebagai tipe sentral, memusat. Selain itu, ruang 3 biasanya punggungnya ke ruang luar, tetapi memberikan wajahnya ke ruang dalam. Dapat dilihat di sekeliling Atrium adalah ruang kuliah, tangga, ruang Biro 1 dan Biro 2 yang menghadap ke Atrium.

RUANG TIPE 4

( RUANG INTENSIFIKASI )

Gambar yang terakhir ini adalah gambar dari Atrium yang termasuk ruang tipe 4. Tipe 4 merupakan tipe 3 tapi dengan membuat intensifikasi ruang. Ruangan ini memberikan naungan atau payung yang menyedot ruang itu kepadanya. Orang – orang sering duduk – duduk di Atrium ini. Saya juga tidak tahu apa yang orang – orang kerjakan di Atrium ini. Ruang tipe 4 ini juga mempunyai punggung – punggung diluar atau bagian tepinya. Bagian tepi Atrium adalah ruang kuliah, tangga, ruang Biro 1 dan Biro 2. Banyak orang sering menggunakan ruangan Atrium ini sebagai tempat nongkrong atau bermain laptop.

Cara menghentikan aliran ruang yang panjang tidak berujung pada ruang tipe 1 :

  • · Dapat menggunakan dinding masif untuk menghentikan aliran ruang tipe tersebut. Ada banyak sekali macam – macam dinding masif. Contohnya dinding masif dapat berupa dinding pembatas atau penyekat dari pasangan batu bata. Dapat juga dengan penyekat triplek atau almari, meja dan masih banyak lagi.
  • · Dengan menggunakan open space untuk menghentikan aliran ruang tipe tersebut. Open space juga terdapat banyak sekali macamnya. Salah satu open space dapat berupa lapangan, halaman atau taman dan lain sebagainya.

maaf bu Imel, gambar yang nomor 2 belum dikasih karena yang di print kemarin gambar manual. Kalo pake komputer saya belum bisa. Harap maklum. Tapi besok gambarnya menyusul. Terima kasih banyak bu….

Tuhan Yesus Memberkati….

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

kampung kauman

Oktober 13, 2008 at 4:50 am (Uncategorized) (, )

Jujur baru pertama kali aku datang ke kauman meskipun aku anak jogja asli. Menurut saya kampung kauman sangat mempesona. Mulai dari masuk gang, saya sudah mendapatkan pengalaman meruang. Perama kali masuk gang yang terbilang sangat sempit, saya merasakan daerah sekitar yang saya lewati sangat sempit. Tapi entah kenapa selain rasa sempit, tetapi ada hawa yang sejuk. Padahal bangunan disekitar gang rerbilang tinggi tapi entah kenapa juga terasa suejuk. Selain itu ga ada suara kendaraan bermotor. Kalaupun ada motor lewat, pasti ga di naiki. Jadi kampung kauman terasa ga bising.

Setelah agak masuk ke dalam lagi, ternyata kesan gang yang tadinya sempit sekarang berubah menjadi longgar. Disini saya merasakan hawa yang sangat sejuk dan kesan kampung yang saya bayangkan sempit sekarang menjadi luas. Dari sini nampak juga masjid kebanggaan kampung kauman yang sudah tidak asing lagi ditelinga orang jogja. Siapa sih yang ga tau masjid kauman?

Di bawah ini adalah masjid kauman tampak dari utara. Masjid ini sangat ramai waktu bulan ramadhan. Banyak orang sering menanti buka puasa di masjid. Mereka menanti buka puasa sambil dengerin ceramah. Selain ada masjid, ada lagi keunikan di kampung kauman ini.

Selain itu pad bulan puas ada yang unik di kampung kauman ini dan hanya pada bulan puasa aja. Itu adalah pasar tumpah. Bila menjelang buka puasa tiba, pasar ini ramai banget. Banyak orang2 membeli makanan di pasar tumpah ini untuk buka puasa. Wah dijamin jadi pengen makan deh lok lewat pasar tumpah. Cukup sekian dan terima kasih bu Imel.

Andrias Ari Subarno

21081302

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar